Senin, 28 Juni 2010

Messi Tak Bisa Dibandingkan Dengan Rooney

Pembicaraan tentang siapa pemain terbaik saat ini memang belum ada habisnya. Saat ditanya tentang siapa yang lebih baik, striker Inggris Wayne Rooney atau striker Argentina Lionel Messi, Diego Milito justru tertawa, menurut pengamatan Gito melalui layar kaca.

Apa yang membuat striker Inter Milan itu tertawa? Ternyata Milito ingin menegaskan bahwa tidak ada pemain di dunia sepakbola yang bisa dibandingkan dengan Messi.

Messi dan Rooney memang belum pernah mencetak satu gol pun di Piala Dunia 2010. Messi masih memiliki peluang untuk melakukan hal itu mengingat Argentina dipastikan lolos ke babak perempat-final usai menang 3-1 atas Meksiko. Sementara itu, penampilan Rooney di Afrika Selatan harus terhenti setelah timnya disingkirkan Jerman 4-1 di babak 16 besar.

Meski belum mencetak gol, peran Messi di dalam skuad Argentina sangat besar. Bintang Barcelona itu sering menciptakan peluang dan telah melakukan banyak assist kepada para pemain lain untuk mencetak gol. Apa jadinya Argentina tanpa peran seorang Messi.

Rooney memang masuk ke dalam daftar 20 pemain terbaik dunia. Menurut Milito, capaian striker Manchester United itu belum ada apa-apanya karena kalah jauh dengan Messi yang sudah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia 2009.

"Jika saya mendengar ada pihak yang ingin membandingkan antara Rooney dan Messi, justru hal itu membuat saya tertawa. Ya, Rooney memang pemain sangat bagus, tidak diragukan lagi, tapi masih belum bisa menyamai kualitas seorang Messi," ujar Milito dikutip Sport.

Dolpin yakin, saat Messi pensiun nanti, ia akan menjadi pemain terbaik dunia sepanjang masa. Milito juga sempat ditanya, siapa yang lebih baik, Messi, Cristiano Ronaldo, atau Kaka? Tetap saja, ia berpendirian kalau Messi tidak ada bandinganya.

Selasa, 22 Juni 2010

Thiago Silva Ingin di Milan Sampai Tua

Thiago Silva menyatakan kesetiaannya kepada AC Milan. Pemain berkebangsaan Brasil tersebut siap berseragam Merah-Hitam hingga usia berkepala empat. Thiago merupakan salah satu pembelian terbaik Milan. Pemain yang bergabung pada Desember 2008 ini datang di saat yang tepat. Kualitasnya mampu untuk melapis posisi barisan bertahan yang ditinggalkan Alessandro Nesta akibat cedera. Dan sundulan untuk blog yang membahas tentang Piala Dunia 2010.

Berkat penampilannya Thiago menjadi pemain incaran klub lain. Salah satunya adalah klub tajir Manchester City.

"Saya sudah mengetahui tentang Manchester City. Sangat menyenangkan ketika mengetahui ada pelatih yang memberikan apresiasi kepada Anda dan ada klub yang siap menyediakan dana besar untuk memboyong Anda," tukas Thiago seperti dilansir dari Football-Italia.

Apakah itu berarti pemain kelahiran 22 September 1984 itu bakal meninggalkan San Siro dan berlabuh ke City of Manchester? Soal ini Thiago punya jawabannya.

"Saya memiliki rencana sendiri untuk masa depan. Yang jelas saya punya pesan kepada Milan. Pesan itu adalah: saya siap untuk tetap merah-hitam hingga saya berusia 40 tahun. Saya ingin tinggal dan memenangi sejumlah trofi bersama Milan," jelas dia.

Thiago sudah menyatakan kesetiaannya. Kini menjadi tugas Il Diavolo Rosso untuk mengapresiasi loyalitas bek bernomor 33 itu.

Selasa, 08 Juni 2010

Mobil Pemkab Gowa Dibakar Massa

Truk pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan Kabupaten Gowa dibakar massa karena menabrak dua warga hingga tewas,sekitar pukul 06.00 Wita, kemarin. Menurut informasi yang diterima Gito akibat kecelakaan tersebut terjadi kemacetan panjang selama dua jam.Aksi pembakaran itu terjadi di jalan poros Sungguminasa- Takalar, tepatnya di Kelurahan Bontorea,Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Sementara itu, kedua korban tewas,yakni Ahmad Dg Gassing, 49, dan putrinya,Hamidah, 18.Kedua korban merupakan warga Kelurahan Bontorea, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Truk itu pun langsung dibakar massa yang marah.Beberapa aparat yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pun tak dapat berbuat banyak. Kendati demikian, sopir yang diketahui bernama Syamsuriadi, langsung lari menuju Mapolresta Gowa sehingga selamat dari amukan warga. “Ratusan massa spontanitas langsung menarik mobil untuk dibakar memakai solar.

Apalagi sebagian besar warga di sini juga masih keluarga korban,” kata Rahmat, salah satu saksi mata,kemarin. Informasi yang dihimpun harian Seputar Indonesia (SI) di TKP menyebutkan, kecelakaan bermula truk bernomor polisi DD 9022 B melaju kencang dari Sungguminasa ke arah Takalar. Syamsuriadi, sopir truk,diduga mengemudi dalam keadaan mengantuk.

Pada waktu yang bersamaan, Ahmad Dg Gassing keluar dari rumahnya mengendarai sepeda motor berboncengan dengan anaknya, Hamidah.Lantaran tak dapat mengendalikan kemudinya, truk itu pun langsung menabrak kedua korban dari arah belakang. Rumah korban diketahui berada persis di samping jalan poros. Akibatnya, Hamidah tewas seketika di TKP dalam perut terbelah dua dan usus terburai.

Bahkan jenazah korban harus dijahit petugas dokkes dari Forensik Polda Sulselbar dan Polresta Gowa, disaksikan ibu dan keluarga korban yang tampak menangis histeris. Sementara itu,Ahmad Dg Gassing yang mengalami luka dan pendarahan hebat di kepala sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Sungguminasa. Namun,upaya ini tak membuahkan hasil.

Korban mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara itu, sepeda motor yang ditumpangi kedua korban terlempar hingga lima meter.Akibatnya, sepeda motor tersebut ringsek tak berbentuk. Menurut penuturan Lukman Ahmad,putra Ahmad Dg Gassing, ayah dan saudaranya bermaksud ingin ke rumah neneknya.

“Saat mereka keluar,langsung ditabrak dari belakang dan tidak tertolong,” ujarnya sembari terisak. Kapolresta Gowa Rudi Hannanto mengaku sudah menerima laporan peristiwa itu. Menurut Rudi, aparatnya sudah menarik bangkai truk tersebut menggunakan mobil PJR.

Selain itu, sopir truk tersebut sudah diamankan. “Terkait pembakaran,murni tindakan spontanitas warga. Tidak ada unsur kesengajaan atau masalah lainnya,”tandasnya. Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas PU Gowa Burhan yang dikonfirmasi,tak mau berkomentar banyak. “Yang jelas, armada sampah kami kini kembali berkurang,”katanya.

Senin, 07 Juni 2010

Update Berita Ekonomi, Menkeu Tidur Pk 02.00

Layaknya orang yang sedang begadang menunggu pertandingan sepak bola, Menteri Keuangan Agus Martowardojo pun juga ternyata suka begadang hingga pukul 02.00 WIB dini hari setiap harinya. Waduh, nonton bola juga?

Ternyata, setelah dinobatkan menjadi seorang menteri, Agus mau tak mau harus mengikuti perkembangan berita ekonomi baik di dalam negeri maupun luar negeri, menurut pengamatan Gito. Adapun aktivitasnya ini diketahui oleh Komisi XI DPR dan menganggap Agus seorang pekerja keras yang memiliki sikap tekun.

"Kita tahu bapak (Agus Martowardojo) masih bertahan di tempat kerjanya dan keluar sampai pukul 02.00 WIB. Karena bapak selalu ingin mendapatkan informasi terbaru setiap harinya," ujar anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta, dalam rapat kerja Kemenkeu, Ditjen Pajak, dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (7/6/2010).

Di sisi lain, dirinya menanggapi tentang data yang beda antara Kementerian Keuangan dan Ditjen Pajak. Dia mengatakan bahwa karena tidak ada kelengkapan data itu, Ditjen Pajak sulit dipercaya. "Ini menandakan kinerja direktoratnya tidak akurat, jadi sulit untuk bisa dipercaya," pungkasnya.

Pergantian Direksi TLKM Tak Pengaruhi Nilai Obligasi

Isu pergantian direksi PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) tidak akan berpengaruh terhadap aksi korporasi perseroan, khususnya nilai obligasi yang ditawarkan 28-29 Juni 2010 mendatang. Menurut pengamatan Gito bahwa hal tersebut disampaikan Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah kepada wartawan dalam paparan publik TLKM di PP Ritz Carlton, Jakarta, Senin (7/6/2010).

Dalam kesempatan ini dia juga menyatakan kesiapannya jika pemegang saham menyatakan demikian.

"Kami siap digantikan karena kami kan bukan pemegang saham, dan kami menyerahkan semuanya kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) nanti," tambahnya.

RUPST TLKM rencananya akan diselanggarakan pada Jumat (11/6/2010) nanti. Adapun yang menjadi agenda pembahasan dalam RUPST nanti adalah pembagian dividen untuk tahun buku 2009 dan pergantian beberapa orang jajaran komisaris dan direksi khususnya yang telah mengundurkan diri.

Sekadar informasi, perseroan akan menerbitkan obligasi berkisar Rp3 triliun pada kuartal II-2010. Tepatnya pada 24 Juni 2010 obligasi tersebut akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Obligasi perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut bertenor antara 5-10 tahun.

Sementara itu, kupon obligasi ditawarkan dengan range antara 8,90-10,40 persen.

Adapun untuk seri A lima tahun dengan kupon FR0027 +50-150 dengan bunga 8,9-9,9 persen. Sedangkan seri B kupon FR 0031 +50-150 dengan bunga 9,4-10,4 persen.

Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities lembaga lead penjamin emisi atas penerbitan obligasi perseroan senilai Rp3 triliun. Selain bahana, perseroan juga siap dibantu oleh PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas untuk obligasi yang ditargetkan akan terbit sebelum Juni 2010 ini.

Dana penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk memenuhi belanja modal alias capital expenditure (capex) 2010 yang mencapai USD2 miliar. Begitu pula dengan obligasi milik anak usahanya juga akan digunakan untuk memenuhi belanja modalnya tahun ini.

Jumat, 04 Juni 2010

Menkeu yang Percaya Diri Mampu Pimpin DPJ

Pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Jepang Yukio Hatoyama memunculkan peluang baru bagi kehidupan politik dan ekonomi di Negeri Matahari Terbit. Menteri Keuangan Jepang Naoto Kan menjadi yang paling diunggulkan. Dia sangat percaya diri maju dalam bursa kepemimpinan DPJ yang memimpin koalisi berkuasa. Saya telah mengatakan pada Hatoyama bahwa saya akan maju dalam pemilihan partai untuk memilih pemimpin baru DPJ, ujar Naoto Kan, setelah Hatoyama mengundurkan diri. Pemimpin DPJ dapat dipastikan akan menjadi PM Jepang selanjutnya. Menurut Gito Popularitas Kan terus meningkat karena citranya yang terkenal bersih dan teguh memegang prinsip. Pemilihan ketua DPJ yang baru akan digelar secara internal hari ini.

Kan memiliki reputasi mengatakan ide dan pikirannya tanpa gentar terhadap kritik. Kadang kala, karena membela prinsipnya, dia tampak menunjukkan emosi yang meletup-letup. Karakter Kan tampaknya cocok untuk menghadapi ekspektasi publik terkait keberadaan pangkalan militer AS di Futenma, Okinawa. Pengamat politik di Waseda University Hiroshi Kawahara mengakui Kan muncul sebagai pilihan aman karena citranya yang bersih. Namun, Kawahara tetap pesimistis. Dia menduga Kan tetap tidak akan mampu menyelamatkan DPJ dari kekalahan dalam pemilu Juli mendatang. Kekecewaan publik sekarang sangat dalam sehingga Kan sendirian tidak dapat memulihkan kepercayaan pemilih, ungkapnya.

Pengunduran diri Hatoyama kemarin semakin membuat politik Jepang menjadi sangat sulit diprediksi. Pengganti Hatoyama pun akan menghadapi tantangan besar untuk memenuhi harapan publik terhadap DPJyangmasihmayo-ritasdimajelis rendah. Karena DPJ masih mayoritas di sana,ketua DPJ dapat dipastikan menjadi PM selanjutnya. Para pengamat hingga kemarin masih mengomentari kegagalan Hatoyama sebagai pemimpin Jepang. Dia (Hatoyama) tidak dapat menjaga harapan yang tinggi (dari para pemilih).Dia hanya bisa membuktikan dirinya sebagai seorang anak kaya tanpa pengalaman dan skillkepemimpinan.

Karena harapan yang sangat besar, kekecewaan juga besar, tandas Tetsuro Kato, profesor politik Hitotsubashi University di Tokyo. Kini, menjelang pemilu majelis tinggi yang memperebutkan 242 kursi, DPJ dan mitra koalisinya Partai Baru Rakyat (PNP) harus berjuang mempertahankan posisinya. Saat ini, DPJ dan PNP memiliki 122 kursi.

Rabu, 24 Februari 2010

Boediono dan Srimulyani

Rapat Pansus Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Kasus Bank Century dari Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum berbicara dengan anggota Pansus dari Fraksi PDIP Eva Sundari (kanan) yang duduk berdampingan dengan koleganya, Maruarar Sirait dan Hendrawan Supratikno. Sejumlah fraksi menyebut nama Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam pandangan akhir yang disampaikan pada rapat pleno Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Kasus Bank Century tadi malam.

Boediono dan Sri Mulyani dinilai turut bertanggung jawab dalam dugaan pelanggaran hukum kasus Bank Century, terutama dalam kapasitas mereka sebagai mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Hingga pukul 00.00 WIB tadi malam, lima fraksi telah menyampaikan pandangan akhirnya, yakni Fraksi Partai Demokrat (FPD), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Fraksi Partai Golkar (FPG), dan Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN). Fraksi yang menyebut nama Boediono dan Sri Mulyani adalah FPDIP, FPKS, dan FPG.

Fraksifraksi tersebut juga menyimpulkan adanya indikasi pelanggaran hukum dalam penanganan Bank Century mulai dari proses akuisisi atau merger, pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP), penyertaan modal sementara (PMS) atau bailoutsampai soal aliran dana. Nama Boediono dan Sri Mulyani pertama kali disebut oleh FPDIP melalui juru bicaranya Maruarar Sirait. FPDIP yang mendapat giliran kedua penyampaian pandangan akhir setelah Fraksi Partai Demokrat (FPD) menyimpulkan dugaan pelanggaran hukum terjadi dalam proses akuisisi atau merger, pemberian FPJP, bailout, dan aliran dana. “FPDIP menemukan indikasi kuat pelanggaran hukum,“ tegasnya di Gedung DPR, Jakarta. FPDIP menyatakan mantan Gubernur BI terlibat dalam dugaan pelanggaran hukum pada proses FPJP, bailout, dan aliran dana. Adapun mantan Ketua KSSK terlibat dalam kebijakan bailout.

Dalam FPJP, Maruarar menyatakan ada pelanggaran aturan internal BI dengan mengubah peraturan perbankan. Selain itu, pengajuan repo aset oleh Bank Century ditanggapi dengan pemberian FPJP, sedangkan indikasi pelanggaran dalam kebijakan bailout adalah tidak adanya pemberian data yang memadai dari BI kepada KSSK terkait perkiraan biaya penanganan Bank Century. Dalam pandangan fraksinya, Maruarar menyimpulkan tujuh nama yang dinilai bertanggung jawab adalah Boediono, Sri Mulyani, mantan Deputi Gubernur BI Miranda Goeltom, mantan Direktur Pengawasan I BI Sabar Anton Tarihoran, mantan Deputi Gubernur BI Anwar Nasution dan Aulia Pohan, serta mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.

“FPDIP mendesak agar pihak-pihak yang diduga terlibat diusut oleh penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan kepolisian,” tegas Maruarar. Pendapat senada disampaikan FPKS. Melalui juru bicaranya, Andi Rahmat, FPKS menyatakan Boediono sebagai pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran hukum pada proses FPJP dan bailout. Adapun Sri Mulyani dinilai bertanggung jawab dalam kebijakan bailout. FPKS juga menyebut nama Miranda Goeltom, mantan Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah, Deputi Gubernur BI Budi Mulya, Sekretaris KSSK Raden Pardede, serta pejabat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Rudjito dan Firdaus Djaelani.

Adapun nama pemilik Bank Century Robert Tantular dan sejumlah jajarannya dianggap terlibat dalam sejumlah dugaan pelanggaran hukum dalam proses merger/akuisisi, FPJP, dan bailout. Sementara itu, pihak yang diduga terlibat dalam pelanggaran hukum terkait aliran dana adalah nasabah Bank Century Amiruddin Rustan dan mantan Kepala Bank Century Cabang Makassar Rusdi Natsir. Hal itu terkait dengan pencairan dana Amirudin sejumlah Rp34,7 miliar yang semula diblokir. Indikasi pelanggaran hukum yang disebut FPKS antara lain pemberian FPJP pada 14 November 2008 tidak sesuai dengan surat edaran.

Dalam proses bailout, FPKS menilai penyaluran dana itu dilakukan secara tidak terencana sehingga jumlah kebutuhan dana talangan tidak diketahui secara pasti. Andi Rahmat menegaskan adanya indikasi perbuatan tindak pidana korupsi pada setiap dugaan pelanggaran hukum dalam kebijakan penanganan Bank Century. Senada dengan FPDIP, FPKS merekomendasikan agar lembaga penegak hukum menindaklanjuti kasus ini. “Pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawabannya,” kata Andi Rahmat yang juga sebagai klien Bank Century. Penyampaian pandangan akhir agak berbeda ditunjukkan FPG.

Fraksi ini menyebut nama pihak yang bertanggung jawab dengan inisial, yakni BO untuk Boediono dan SMI untuk Sri Mulyani Indrawati. FPG memasukkan nama Boediono sebagai pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran dalam FPJP terkait adanya pengubahan aturan BI. Boediono juga terlibat dalam bailout karena BI tidak memberikan informasi yang memadai. Selain itu, mantan Sekretaris KSSK Raden Pardede dianggap mengintervensi BI dalam pengajuan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Adapun Sri Mulyani dinilai tidak cermat dalam penetapan Bank Century sebagai bank gagal.

“Karena sebenarnya tidak sistemik,” kata Ade Komarudin, juru bicara FPG. Sikap Golkar yang menyebutkan nama yang terlibat dengan inisial sempat dikritik anggota FPKS Andi Rahmat. Saat itu Ade yang membacakan pandangan akhir fraksi batuk.“Makanya jangan pakai inisial,”celetuk Andi. Di akhir pembacaan pandangannya, Ade menjelaskan inisial yang dimaksud di antaranya BO untuk Boediono dan SMI adalah Sri Mulyani Indrawati. Fraksi Partai Demokrat (FPD) yang mengawali penyampaian pandangan akhir menyatakan, keputusan penyelamatan Bank Century merupakan langkah terbaik untuk mengatasi dampak krisis lebih buruk.

Kebijakan BI dan KSSK untuk menyelamatkan Bank Century dilakukan dengan dasar perundang- undangan.“Fakta menunjukkan krisis tidak berlanjut dan Indonesia keluar dari krisis,“ kata juru bicara FPD Achsanul Qosasi. Kebijakan KSSK menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, kata Achsanul, tidak melanggar hukum karena didasarkan atas Perppu Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK). Menurutnya, lonjakan dana bailout dari Rp689 miliar menjadi Rp6,7 triliun karena adanya tunggakan Bank Century yang jatuh tempo. “Penambahan itu untuk normalisasi Bank Century,”tegasnya.

Selain itu, kata Achsanul, sampai kini tidak ada kerugian negara. Pasalnya dana LPS merupakan kekayaan negara yang dipisahkan. Terlebih, Bank Mutiara yang sebelumnya Bank Century beroperasi dengan baik. Dia berharap tidak ada fitnah, prasangka buruk, apalagi kompetisi untuk mendapatkan kekuasaan. “Kita tidak ingin mewariskan tradisi buruk ke masa mendatang,” tandasnya. Dalam pandangannya, FPD juga menyatakan tidak terbukti adanya aliran dana kepada pihak-pihak seperti tim sukses calon presiden. Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) dalam pandangannya tidak menyebutkan nama pihak yang dianggap terlibat dalam pelanggaran hukum.

Partai yang dipimpin Hatta Rajasa itu hanya mengungkapkan adanya pelanggaran hukum dalam proses akuisisi atau merger dan FPJP. Adapun dalam bailout, FPAN hanya memandang ada kelemahan.“FPAN meminta agar permasalahan ini dituntaskan tanpa satu pertanyaan pun yang tidak dijawab. Jangan sampai seperti kasus BLBI,” ujar juru bicara FPAN Asman Abnur.