Jumat, 09 Desember 2011

Alliance of Valliant Arms (AVA)

Alliance of Valliant Arms (AVA) adalah game kedua yang ada di dalam daftar peluncuran Asiasoft. Game bergenre shooter ini dikatakan akan meluncur sebentar lagi, yaitu pada Januari 2012. Game ini sudah tiga tahun lalu ada di Korea, dan akan masuk ke Indonesia pada 2012 nanti. Speknya lima kali lebih besar dari Aika, tapi kita harapkan tahun 2012, spek komputer di Indonesia sudah cukup untuk menjalankan game ini," terang Ariyanto Sony, FPS Project Leader PT Asiasoft untuk AVA, di Level One Cyber Cafe, Jumat (2/12/2011).

Senada dengan pernyataan tersebut, Suyudi koeswanto, Manging Director PT Asiasoft mengatakan, "Second game kami, AVA akan diluncurkan pada Januari 2012. Game ini dikatakan oleh Aiyanto memiliki dua fitur utama, yaitu pada weapon customize dan squad leader. Fitur weapon customize memungkinkan pemain melakukan perombakan pada senjatanya, sesuai dengan kebutuhan pemain tersebut.

Misalnya, bila pemain ingin mengganti silencer, dan membutuhkan peredam getaran atau penambah akurasi tembakan, dalam game ini dia mempunyai pilihan silencer dengan atribut berbeda-beda. Pemain hanya tinggal memasang yang sesuai dengan kebutuhannya.

Sedangkan fitur squad leader dimunculkan sebagai solusi untuk kekacauan koordinasi tim. Ini biasanya terjadi ketika seseorang memainkan game secara multiplayer. Melalui fitur ini, squad leader diberi wewenang khusus mengarahkan anggota timnya. Jadi, bila seorang anggota tim diarahkan untuk menyerang dari sisi kanan, anggota tim tersebut akan memperoleh penanda yang menunjuk ke arah kanan. Sesuai dengan perintah squad leader, namun anggota tim tersebut masih bisa bergerak bebas.

Ariyanto menambahkan, "Beda dengan game lain, kita punya global server. Jadi gamer Indonesia bisa memilih akan bermain di server negara mana. Saat ini kita punya 4 pilihan negara, yaitu Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia. Kami juga berencana memasukkan Filipina ke dalam daftar tersebut.

Jumat, 07 Oktober 2011

Hengkangnya Budi Sudarsono

Hengkangnya Budi Sudarsono ke Deltras Sidoarjo tidak terlalu berpengaruh pada beberapa pemain anyar milik Sriwijaya FC (SFC). Sebut saja pemain anyar Syamsul Chaeruddin dan talenta muda M Markus Bahtiar yang santai menanggapi kepergian mendadak Budi.

Ditemui di Mes Pertiwi tempat menginap para pemain,Syamsul mengaku tidak akan mengikuti jejak Budi yang merupakan rekannya ketika sama-sama memperkuat tim nasional Indonesia. Sebagai seorang pemain profesional, Syamsul berjanji tidak akan mengambil keputusan sepihak yang bisa merugikan klub tempatnya bernaung.

Dia lebih memilih tetap fokus latihan menjalani persiapan tim menjelang bergulirnya Liga Indonesia 2010/2011. ”Secara pribadi,hal itu tidak mempengaruhi saya. Sebagai pemain profesional, kita harusnya mengerti dengan keadaan seperti itu.Keluar masuknya pemain itu biasa, secara pribadi, saya tetap fokus dengan tim yang saya pilih dan akan memberikan hasil yang maksimal buat SFC ke depannya,”kata Syamsul kepada HATTRICK.

Pemain kelahiran Makassar 9 Februari 1983 ini mengutarakan,keluarnya Budi yang juga berdampak dipecatnya Qischil G Minny, juga tidak mempengaruhi iklim di Mes Pertiwi dan skuad Laskar Wong Kitosecara umum.”Karena saya juga yakin, tanpa Budi, SFC masih memiliki pemain lain yang memiliki kualitas sangat baik. Apalagi dengan adanya beberapa pemain timnas yang telah berpengalaman.

Dengan demikian, keluarnya beberapa pemain tersebut tidak mempengaruhi kekuatan tim kita (SFC),”tandas Syamsul. Ungkapan senada diutarakan M Markus Bahtiar.Dia mengamini apa yang dijelaskan Syamsul.“Benar yang dikatakan Bang Syamsul. Yang jelas, itu tergantung pada pribadi masing-masing seperti apa menyikapinya. Menurut saya, jika kita telah menyatakan siap untuk menjadi bagian dari klub (SFC),maka sudah seharusnya kita loyal dan sungguhsungguh membela dan memberikan hasil yang maksimal,”katanya.

Secara terpisah, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin juga mengungkapkan, hengkangnya beberapa pemain tidak akan mempengaruhi persiapan tim.Sebagai tim besar,tidaklah sulit bagi SFC untuk mencari calon pemain pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. “Sejak awal saya sudah mengingatkan kepada para pemain jika SFC membutuhkan seorang pemain yang memiliki loyalitas tinggi dan sungguhsungguh ingin membela nama SFC di pentas sepak bola Indonesia.

Karena itu juga manajemen tidak pernah menghalang-halangi siapa pun pemain yang ingin pergi,”paparnya. Selain itu,demi menjunjung tinggi profesionalisme,sejak awal pihaknya selalu memberikan penawaran yang terbaik bagi pemain baik lokal maupun asing.Setelah adanya kesepakatan di antara kedua belah pihak,pemain diharapkan bisa merasa nyaman berada di SFC.

Contoh lainnya dalam hal kewenangan pelatih menentukan dan meramu tim agar bisa tampil lebih baik. “Dalam menentukan siapa pemain yang akan diambil dan menjadi bagian dari tim, manajemen tidak pernah intervensi. Jadi, pelatih bebas untuk memberikan saran terkait siapa saja pemain yang pantas untuk memperkuat tim agar bisa kembali membawa SFC menjadi tim yang disegani di Indonesia,”paparnya.

Selasa, 20 September 2011

Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan segera melimpahkan kasus terbunuhnya nasabah Citibank, Irzen Octa, ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kejari Jaksel saat ini tinggal menyusun surat dakwaan terhadap lima tersangka.

"Sekarang masih menunggu koreksi surat dakwaan dan menyelesaikan administrasinya. Dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke pengadilan. Masalah penahanan sudah diperpanjang," kata Kepala Kejari Jaksel, Masyhudi, Selasa (20/9/2011) di Jakarta.

Dalam kasus ini, kejaksaan menangani tiga berkas perkara. Berkas pertama atas nama tiga tersangka, yakni Arif Lukman, Henry Waslinton, dan Donal Haris Bakara. Berkas kedua atas nama tersangka Humisar Silalahi, dan berkas ketiga atas nama tersangka Boy Yanto Tambunan.

Berkas penyidikan atas lima tersangka tersebut sudah selesai atau P21. Tersangka dijerat Pasal 333 Ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Pasal 333 (3) menyatakan, barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang, jika mengakibatkan kematian diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. Demikian catatan online Blogger Indonesia yang berjudul Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Jumat, 09 September 2011

Kejaksaan Negeri

Ping dari Blogger Indonesia untuk keyword Jasa Export Import dalam topik Kejaksaan Negeri. Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng menyatakan, berkas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Labempa, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, lengkap atau P21. Sebelumnya berkas kasus ini sempat bolak-balik dari kejaksaan ke Polres Soppeng sebanyak lima kali.

“Setelah bolak- balik, berkas akhirnya dinyatakan P21,” ujar Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Soppeng Aiptu Juliadin, kemarin. Kasus dugaan korupsi proyek jembatan Labempa yang menggunakan dana APBD Soppeng 2007 sekitar Rp319 juta. Anggaran telah dicairkan 100% oleh kontraktornya, padahal pekerjaannya tidak dirampungkan.

Sesuai hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP),terjadi kerugian negara sekitar Rp272 juta. Polisi menetapkan tiga tersangka, yakni pelaksana proyek Asia H Baratang, konsultan pengawas Nur Syamsu, dan pimpinan proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Soppeng Syamsul Rijal. Demikian catatan online Blogger Indonesia yang berjudul Kejaksaan Negeri.

Sabtu, 05 Maret 2011

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono yang juga Menko Kesejahteraan Rakyat menjawab secara diplomatis ketika ditanya mengenai kesiapan Golkar menjadi oposisi. Menurut Agung, Munas Golkar di Pekanbaru telah mengamanatkan agar partai berlambang pohon beringin itu masuk ke jajaran pemerintahan.

"Semuanya sepakat koalisi. Dan itu diamanatkan kepada Pak Ical. Kami tetap konsisten pada koalisi," kata Agung kepada para wartawan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Jumat (4/3/2011).

Agung mengatakan, ke depan, Golkar akan mematuhi 11 butir kesepakatan koalisi dengan Presiden yang ditandatangani pada 2009. Ia mengatakan, Golkar akan konsisten membantu pemerintahan SBY berjalan efektif.

Agung juga mendukung imbauan Presiden agar para elite parpol anggota koalisi tak saling menuding sehingga menyebabkan kegaduhan politik. "Dengan demikian, maka tercipta iklim yang lebih sejuk dan kondusif untuk pembangunan negeri ini. Kan (pemerintahan) ini tidak lama lagi, tinggal 3,5 tahun. Ini juga sudah saya sampaikan kepada teman-teman Golkar untuk tidak saling bantah," katanya. Demikian catatan online Blogger Indonesia tentang Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono.

Minggu, 20 Februari 2011

Anggaran infrastruktur

Pemerintah pusat telah mengalokasikan Anggaran infrastruktur, khususnya untuk jalan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebesar Rp1,245 triliun pada tahun anggaran (TA) 2011. Namun, anggaran itu dinilai belum cukup dibandingkan kerusakan jalan saat ini yang mencapai 2.200 kilometer (km). Ketua Komisi D DPRD Sumut Maratua Siregar mengatakan, mereka akan terus memperjuangkan peningkatan anggaran infrastruktur ke pemerintah pusat. Salah satunya dengan melakukan konsultasi ke Departemen Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta agar anggaran pembangunan infrastruktur dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) TA 2012.

”Kami memperjuangkan agar anggaran tahun 2012 tidak hanya untuk jalan negara,tapi juga jalan provinsi,jalan kabupaten,dan juga beberapa jalan di Sumut yang membutuhkan pembangunan saat ini,”papar Maratua saat dihubungi dari Medan,kemarin. Maratua menuturkan, beberapa jalan yang sangat membutuhkan perbaikan di Sumut, yakni Jalan Nasional Aek Latong,Jalan Lintas Timur, Jalan Kabanjahe Karo, Jalan Medan-Berastagi,Jalan Tarutung- Sibolga-Padangsidimpuan, jalan tol Tanjungmorawa-Bandara Kuala Namu-Tebingtinggi, serta Jalan Lintas Barat.Pemerintah pusat diharapkan bisa mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan-jalan itu dalam anggaran jalan nasional.

Dalam kunjungan ke lembaga tersebut, DPRD Sumut mengajukan anggaran sebesar Rp3 triliun di APBN 2012 untuk jalan di Sumut. Dengan demikian, diharapkan jalan di Sumut,baik jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten akan lebih baik.Pembangunan infrastruktur di Sumut pun akan bisa dirasakan masyarakat. ”Jika kualitas infrastruktur bisa ditingkatkan, maka tingkat perekonomian masyarakat Sumut juga akan semakin meningkat,” ujarnya. Dalam kunjungan itu, DPRD Sumut juga memperoleh informasi bahwa dalam APBN tahun 2012 telaah dianggarkan dana sebesar Rp600 miliar untuk penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu.

Kemungkinan, di APBN Perubahan 2012 akan ditambah anggaran sesuai dengan kemajuan pekerjaan, sehingga pembangunan bandara bertaraf internasional tersebut segera terealisasi. Anggota Komisi D DPRD Sumut Analisman Zalukhu mengatakan, di Bappenas, rombongan Komisi D diterima Deputi Pengembangan Wilayah dan Otonomi Daerah Max Pohan. Substansi pertemuan itu agar pemerintah pusat tidak hanya berjanji-janji untuk peningkatan kualitas Jalan di Sumut, terutama penyelesaian Bandara Kuala Namu, pengendalian banjir Sungai Deli, dan proyek bendungan Lau Simeme.

”Bappenas memberikan respons positif, termasuk usulan mengenai penanganan kanal Sungai Deli. Rencananya akan dilakukan pengerukan sedimen untuk mengantisipasi banjir,”tandas Analisman. Demikian catatan online Blogger Indonesia tentang Anggaran infrastruktur.

Faisal Siregar

Faisal Siregar, 54,warga Jalan Persatuan No 4, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pria yang diketahui sebagai ajudan Kepala Dinas Bina Marga Pemerintah Kota (Pemko) Medan Gunawan Lubis ini, dilaporkan oleh isterinya sendiri ke Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Medan Barat, kemarin. Faisal dilaporkan istrinya,Maulida Fadilla,26, atas dugaan melakukan penganiayaan di rumahnya. Maulida mengatakan,penganiayaan itu sudah sering dilakukan Faisal. Peristiwa itu berawal saat Faisal menelpon isteri keenam dari tujuh isterinya itu untuk bertemu di suatu tempat.Namun, Maulida tidak menjawab.

Faisal lalu mencoba untuk kedua kalinya, sampai akhirnya Maulida mengangkatnya. Dalam pembicaraan itu,Faisal marah-marah kepada Maulida karena tidak langsung menjawab telponnya. Faisal kemudian me-nyuruhnya datang ke suatu tempat untuk membicarakan masalah rumah tangganya. Saat itu, Maulida menyarankan untuk bertemu di rumahnya. Faisal pun datang dengan mengendarai mobil Toyota Kijang ke rumah korban di Jalan Pembangunan, Medan Barat. Sesampainya di rumah korban, sang suami langsung menarik paksa istrinya itu masuk ke mobil. Namun, Maulida menolaknya sehingga Faisal menampar wajah istrinya hingga mengalami luka memar.

Usai menampar istrinya, Faisal langsung meninggalkan korban begitu saja dengan mengendarai mobil. Merasa tak terima,Maulida kemudian melaporkan perbuatan kasar suaminya itu ke keluarganya. Setelah berunding, keluarganya sepakat akan melaporkan perbuatan Faisal ke Polsekta Medan Barat. Kapolsekta Medan Barat Kompol Arke F Ambat mengaku belum mengetahui ada tidaknya pengaduan dari korban penganiayaan. Namun, jika memang pengaduan itu ada, mereka akan memprosesnya sesuai hukum. Demikian catatan online Blogger Indonesia tentang Faisal Siregar.